JemberTourisms.com, Stasiun Garahan Berdiri tahun 1902 berada di jalur pegunungan Gumitir, Jember, berdiri pada ketinggian 514 meter di atas permukaan laut dan menyimpan nilai sejarah serta sosial yang kuat.
Stasiun peninggalan Staatsspoorwegen (SS) era kolonial Belanda ini, sejak lama menjadi simpul penting transportasi masyarakat serta distribusi hasil perkebunan, khususnya kopi.

Keunikan arsitektur lama, suasana khas pegunungan, serta lokasinya yang berada di jalur ekstrem Gumitir menjadikan Stasiun Garahan berbeda dengan stasiun lain di lintas selatan Jawa Timur.
Panorama hijau, jembatan, lereng curam, hingga terowongan kembar Mrawan dan Garahan menambah daya tarik wisata kereta api. Stasiun ini juga menopang aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.
Kehadirannya membuka akses mobilitas warga, mendukung UMKM, serta memperlancar distribusi hasil bumi seperti kopi dan teh. Stasiun Garahan juga lekat dengan kuliner legendaris pecel pincuk.
Stasiun Garahan (GRN) merupakan stasiun kelas III/kecil yang terletak di Garahan, Silo, Jember; termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember pada ketinggian +514 m. Dari arah barat, stasiun ini terletak agak masuk ke dalam di sebelah kanan jalan raya Jember-Banyuwangi sebelum memasuki kawasan Gunung Gumitir.
Ke arah Banyuwangi, terdapat Terowongan Garahan sepanjang 113 meter yang dibangun pada tahun 1902. Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Dahulu, ciri khas dari stasiun ini adalah aktivitas transaksi penjualan nasi pecel pincuk yang dilakukan saat ada KA penumpang yang berhenti.
Dahulu stasiun ini melayani pemberhentian dua kereta api lokal, yaitu Pandanwangi dan Probowangi. Ketika jadwal perjalanan kereta api sesuai Gapeka 2015 diberlakukan per 1 April 2015, layanan penumpang di stasiun ini dihapus sehingga tidak ada kereta api reguler yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persilangan atau persusulan antarkereta api. Stasiun ini juga sempat melayani pemberhentian Lori Wisata Kaliraga yang diluncurkan pada 20 Maret 2016 dengan rute Kalibaru hingga Garahan. Dahulu lori ini beroperasi di akhir pekan dan hari libur nasional, sebelum kemudian dihentikan pengoperasiannya dan dialihfungsikan armadanya menjadi lori/dresin untuk inspeksi jalur.
Untuk mengakomodasi penutupan Jalur Gumitir—ruas jalan nasional yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi—yang berlangsung dari 24 Juli hingga 24 September 2025, dioperasikan kembali pelayanan kereta api Pandanwangi di stasiun ini untuk sementara waktu mulai 11 Agustus hingga 30 September 2025.
Peta Lokasi Stasiun Garahan Jember

